<p style="text-align:justify; margin:0cm"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:normal"><span style="font-family:Arial,sans-serif"><b><span lang="EN-US" style="font-family:"Times New Roman",serif">DALUNG (24/07/2026) – </span></b><span lang="EN-US" style="font-family:"Times New Roman",serif">Desa Adat Dalung Gelar Perayaan Parade Pengerupukan yang diadakan Catus Pata Desa Adat Dalung dalam rangka memperingati Hari Raya Nyepi Caka 1948 pada Rabu (18/3). Acara ini dihadiri Kelian Banjar Adat dan Kelian Banjar Dinas se- Desa Adat Dalung., Prajuru Desa Adat Dalung, serta seluruh masyarakat Dalung yang turut hadir untuk menyaksikan dan memeriahkan malam pengerupukan. </span></span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:normal"><span style="font-family:Arial,sans-serif"><span lang="FI" style="font-family:"Times New Roman",serif">Malam Pengerupukan merupakan salah satu tradisi yang dilaksanakan sehari sebelum Hari Raya Nyepi oleh masyarakat Bali. Pada malam ini, masyarakat mengarak ogoh-ogoh yang merupakan simbol dari unsur-unsur negatif atau bhuta kala, kemudian diakhiri dengan prosesi pembakaran sebagai bentuk penyucian diri dan lingkungan. Tradisi ini memiliki makna mendalam sebagai upaya menetralisir energi negatif agar tercipta keseimbangan dan keharmonisan dalam kehidupan.</span></span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:normal"><span style="font-family:Arial,sans-serif"><span lang="FI" style="font-family:"Times New Roman",serif">Pelaksanaan Pengerupukan juga menjadi momen yang dinantikan oleh masyarakat, khususnya generasi muda, karena melibatkan kreativitas dalam pembuatan ogoh-ogoh yang sarat akan nilai seni dan filosofi. Selain itu, kegiatan ini turut mempererat kebersamaan antar krama melalui kerja sama dalam proses pembuatan hingga pelaksanaan pawai. Dengan demikian, Hari Pengerupukan tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian upacara keagamaan, tetapi juga sebagai wadah pelestarian budaya serta penguatan nilai gotong royong di tengah masyarakat.</span></span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:normal"><span style="font-family:Arial,sans-serif"><span lang="FI" style="font-family:"Times New Roman",serif">I Gusti Ketut Putra Surya Mataram selaku Kelian Banjar Adat Tegeh menjelaskan mengenai pelaksanaan Hari Pengerupukan yang diselenggarakan sehari sebelum Hari Suci Nyepi. <b><i>“Hari Raya Pengerupukan merupakan salah satu rangkaian penting dalam menyambut Hari Raya Nyepi, yang memiliki makna sebagai upaya menetralisir unsur-unsur negatif (bhuta kala) di lingkungan sekitar,” </i></b>jelasnya. Ia menjelaskan bahwa melalui berbagai kegiatan seperti pawai ogoh-ogoh, masyarakat diajak untuk menyimbolkan serta membersihkan energi negatif agar tercipta keseimbangan dan keharmonisan.</span></span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:normal"><span style="font-family:Arial,sans-serif"><span lang="FI" style="font-family:"Times New Roman",serif">Beliau juga menambahkan bahwa pelaksanaan Pengerupukan tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan antar krama. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar serta mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai budaya Bali yang diwariskan secara turun-temurun.</span></span></span></span></p> <p style="text-align:justify; margin:0cm"> </p> <p style="text-align:justify; margin:0cm"><span style="font-size:11pt"><span style="line-height:normal"><span style="font-family:Arial,sans-serif"><b><span lang="FI" style="font-size:12.0pt"><span style="font-family:"Times New Roman",serif">(KIMDLG-005).  </span></span></b></span></span></span></p>
Meriah dan Magis! Desa Dalur Gelar Parade Ogoh-ogoh
24 Jul 2026